KKN_Sesi_pertama
11:57

Pembekalan KKN Tahun 2021 Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya

Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya menyelenggarakan kegiatan Pembekalan KKN Tahun 2021 yang dilaksanakan pada hari Senin (12/7/2021) sampai dengan Rabu (14/7/2021) secara daring melalui zoom dan live youtube yang dihadiri dosen beserta mahasiswa Filkom yang akan melaksanakan program KKN. Kegiatan sesi pertama kali ini dipandu oleh Ratih Kartika Dewi, S.T., M.Kom. selaku moderator. Mengawali acara sabutan disampaikan oleh Wakil Dekan bidang akademik yaitu Dr. Eng Herman Tolle, ST., MT. yang menyampaikan bahwa program KKN merupakan salah satu mata kuliah wajib di kurikulum baru FILKOM yaitu kurikulum tahun 2021 yang harus dilalui  dan diselesaikan oleh mahasiswa FILKOM. KKN idealnya dilaksanakan pada saat libur antara semester 4 ke semester 5. Program KKN ini sejatinya diwajibkan bagi mahasiswa angkatan 2019 sampai 2021 saat ini. Herman juga menyampaikan dengan situasi pandemi saat ini penyelenggaraan KKN lebih banyak dilaksanakan secara daring akan tetapi tidak menuntup kemungkinan dilaksanakan secara luring walaupun kecil kesempatannya. Selain itu Herman juga berpesan kepada para mahasiswa yang melaksanakan KKN tetap menjaga nama baik universitas dan fakultas terhadap masyarakat, dan semoga kegiatan ini menjadi bekal mahasiswa dalam melaksanaan KKN dan berkontribusi pada masyarakat.

KKN_Herman_TolleMasuk dalam materi pertama yaitu tata krama dalam melaksanakan KKN yang disampaikan oleh Ir. Sutrisno, M.T. Tata krama diartikan sebagai adat sopan santun dalam tindakan dan perbuatan dan harus menjadi suatu kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya tata krama akan menciptakan kehidupan yang damai dan tentram, selain itu akan memperkuat kerukunan dalam bermasyarakat. Sutrisno juga berpendapat kegiatan KKN ini menciptakan kualitas mahsiswa dalam bermasyarakat sehingga mahasiswa dapat menerapkan sifat tata krama agar menjadi kebiasaan. Pada prinsipnya tata krama adalah cerminan budi pekerti atau akhlak yang baik dari manusia untuk memlihara keserasian dalam kehidupan bermasyarakat.

“KKN nanti yang paling utama mahasiswa harus menjaga tata krama khususnya dalam tata cara berbicara atau berkomunikasi dengan masyarakat setempat, karena komunikasi menjadi hal penting dalam melaksanakan kegiatan KKN”, ujar Sutrisno.

KKN_Sesi_KeduaMateri kedua membahas etika bermasyarakat bagi mahasiswa KKN yang disampaikan oleh Tibyani, ST, MT. dan dipandu oleh Lutfi Fanani, S.Kom., M.T.,  M.Sc. selaku moderator. Etika juga disebut sebagai filsafat moral, dalam hal ini diartikan sebagai prinsip-prinsip perilaku yang secara moral diterima oleh satu atau sekelompok orang yang dianggap sesuai dalam bidang ilmu tertentu. Dalam etika, mahasiswa harus menjunjung tinggi norma dimana ada norma sopan santun, norma moral dan norma hukum dan dalam kegiatan KKN norma sopan santun yang akan paling sering digunakan. Perbuatan akan dianggap baik jika sesuatu sesuai norma dan bermanfaat bagi orang lain dan diri sendiri. Etika juga mencangkup adab, akhlak budi pekerti, kebijaksanaan, moral dan tata susila.

“Ketika KKN nanti untuk mahasiswa setiap berbicara dan membawa diri harus sesuai dengan derajat dan kedudukannya, seperti pimpinan setempat, sesepuh atau pemuka agama. Selalu menunjukkan sikap hormat kepada orang lain khususnya masyarakat setempat, jagan lupa tersenyum juga”. kata Tibyani

KKN_Sesi_KetigaLanjut pada materi ketiga mengenai social interaction yang disampaikan oleh Diah Priharsari, ST.,MT., Ph.D. dan dipandu oleh Retno Indah Rokhmawati, S.Pd., M.Pd. selaku moderator. Saat ini interaksi kepada orang lain sangat dibatasi karena adanya pandemi, Interaksi pun terbagi menjadi offline dan online. Apa yang harus dilakukan mahasiswa jika bertemu dengan orang baru atau belum dikenal? Diah memberikan saran agar mahasiswa menghilangkan rasa canggung, malu dan mencoba agar lebih ramah dan representative memperkenalkan diri. Selain itu body language juga menggambarkan ekspersi ketika berkomunikasi dengan orang lain, maka dari itu hidari gerak tubuh yang pasif karena akan memperlihatkan ketidaknyamanan atau gugup ketika berkomunikasi. Selain hal tersebut, Diah juga memberika masukan kepada mahasiswa untuk memperhatikan gaya bicara agar tidak to the point kepada orang yang baru dikenal. Perhatikan budaya, kebiasaan dan norma sekitar, hormati lawan bicara dan sesuaikan dengan situasi pada saat komunikasi berjalan. Ketika interaksi sosial berjalan secara online mahasiswa dihimbau untuk mempertimbangkan koneksi internet di tempat KKN serta kemampuan teknologi dari masyarakat setempat. Buat situasi nyaman dan jangan mengintimidasi dalam berkomunikasi serta cermati situasi dan budaya setempat agar tidak melakukan kesalahan.(drn)

Share