01_Luki_pada_tech_talk_dsc_ub
11:04

DSC UB Tech Talk: Intro to Flutter & What It’s Like to Work in Japan

Developer Student Clubs Universitas Brawijaya (DSC UB) telah menyelanggarakan tech talk atau diskusi publik bidang Teknologi Informasi (TI) bertajuk “Intro to Flutter & What It’s Like to Work in Japan” pada Jumat (20/11/2020). Dalam acara yang diselenggarakan secara daring ini, narasumber yang dihadirkan adalah salah satu alumni Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) UB. Dia adalah Eko Prasetyo L. N. H. atau yang akrab disapa Luki. Kini Luki menjalani karirnya sebagai Senior Mobile Apps Developer di To-on Kikaku Company, Jepang. Acara dikemas dalam bentuk tanya jawab dengan peserta yang hadir mencapai 75 orang terdiri atas alumni dan mahasiswa UB.

Membuka diskusi, Luki menjelaskan secara dasar terkait apa itu Flutter, prinsip kerja dan bagaimana framework ini bisa banyak digunakan pada industri pengembangan aplikasi perangkat bergerak, khususnya di Jepang. Flutter adalah framework official atau alat untuk membuat aplikasi baik itu untuk android maupun iOS.

“Perbedaan flutter dengan framework yang lain, Flutter itu bahkan tidak hanya bisa untuk mobile saja seperti andoid atau iOS saja. Tapi bisa web dan desktop bahkan. Jadi sekali kita menuliskan code atau sekali kita kerja, ibaratnya kita bisa langsung develop ke banyak platform. Menurut saya pribadi flutter juga cenderung lebih mudah dipelajari dibandingkan framework yang lain,” jelas Luki.

02_tech_talk_dsc_ub_2020Selain menjelaskan materi secara konseptual dan teoritis, Luki juga membagikan pengalamannya mulai bagaimana dirinya bisa bekerja di Jepang hingga apa saja yang dilakukannya sebagai Senior Mobile Apps Developer di To-on Kikaku Company, Jepang. Luki juga tidak lupa berbagi tips untuk peserta dalam meningkatkan minat belajar terkait mobile programing khususnya dalam menggunakan framework Flutter.

“Saya beruntung. Dulu sebenarnya semester tujuh saya mau menyelesaikan kuliah dan lulus. Tapi waktu itu saya bertemu teman dan dia baru pulang dari internship di Jepang lewat AIESEC UB. Saya tanya kok bisa, kemudian diberitau caranya sama dia. Saya coba iseng apply program global internship ke Jepang. Akhirnya saya apply, kemudian interview dan ternyata lolos. Setelah internship, waktu seminggu sebelum saya kembali ke Indonesia ada acara makan bersama sebagai perpisahan dengan founder perusahaan saya. Disitu saya ditanya setelah lulus ada rencana kemana. Saya jawab belum ada rencana kemana-mana. Terus saya ditawari bagaimana kalau kamu bekerja disini. Saya merasa kebetulan sekali,” ungkap Luki sambal tersenyum senang menceritakan pengalamannya. [dna]

 

 

 

 

Share